Korean Center Of RMOL Gelar Seminar Internasional Bahas Masa Depan KASI RMOL

Korean Center Of RMOL Gelar Seminar Internasional Bahas Masa Depan KASI  RMOL


Meski terjadi pergantian rezim, Korea Selatan terus memperkuat hubungan dengan ASEAN, di mana Indonesia merupakan salah satu pemain kuncinya.

Pada 2017, mantan Presiden Moon Jae-in memperkenalkan kebijakan yang disebut Kebijakan Selatan Baru (NSP). Sementara itu, tahun ini Presiden Yoon Seok-yeol meluncurkan KASI, Prakarsa Solidaritas Korea-ASEAN.


KASI pertama kali diumumkan oleh Presiden Yoon pada KTT Republik Korea ASEAN pada 11 November di Phnom Penh, Kamboja. Ini juga merupakan awal babak baru dalam hubungan ASEAN-Korea Selatan.

Presiden Yong, yang memimpin Korea Selatan Mei lalu, menegaskan bahwa KASI menjadi pusat kebijakan luar negeri untuk mempromosikan Indo-Pasifik yang bebas, damai, dan sejahtera dalam menghadapi persaingan antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat Korea. Republik Tiongkok.

“Saya berencana membangun kawasan Indo-Pasifik yang bebas, damai, dan sejahtera melalui solidaritas dan kerja sama dengan ASEAN dan negara-negara besar lainnya,” ujarnya.

Untuk mengakomodir politik Korea Selatan yang baru, Korea Center di RMOL bersama Universitas Pertamine menyelenggarakan lokakarya internasional bertajuk "Korea-ASEAN Solidarity Initiative: The Epicenter of Stability and Prosperity in Indo-Peaceful".

Workshop ini akan diselenggarakan pada Selasa 20 Desember di Auditorium Griya Legita lantai 3 Universitas Pertamina Jakarta Selatan.

Seminar dibuka oleh Teguh Santosa, CEO RMOL, Dekan Fakultas Komunikasi dan Diplomasi Universitas Pertamina, dr. Devi Hanggreni, Rektor Universitas Pertamina prof. IGN Wiratmaja Puja dan Duta Besar Republik Korea untuk ASEAN Kwon Hee-seog.

Aylangga Hartarto, Menko Perekonomian, akan menyampaikan pidato utama.

Seminar dibagi menjadi dua sesi diskusi. Sesi pertama dikhususkan untuk "Recovery Strategy (eco)", dilanjutkan dengan sesi kedua tentang "Memperkuat peran sentral Korea dan ASEAN untuk perdamaian di Indo-Pasifik".

Sesi diskusi pertama akan dihadiri oleh Jatmiko Bris Witjaksono, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Tikdong Kim, Atase Keuangan ASEAN Republik Korea, dan Abhiram Singh Yada, Juru Bicara LSPR. Debat dipimpin oleh direktur program Studi Hubungan Internasional di Universitas Islam Negeri. Syarif Hidayatullah, Jakarta, Faisal Nurdin Idris.

See also  ''Mengenal Korean Make Up Look Yang Sedang Digandrungi Masyarakat Indonesia"

Sementara itu, Dirjen Organisasi Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri Sidharto R. Suryodipuro, Profesor Teuku Rezasia dari Universitas Padjacaran dan Penyelidik Utama LIPI Muhammad Haripin akan berpartisipasi dalam sesi kedua. Debat dipimpin oleh Profesor Novita Putri Rudiani dari Universitas Pertamina.

Pemenang kontes esai yang diselenggarakan oleh Korea RMOL Center untuk siswa SMA dan mahasiswa juga akan diumumkan pada seminar tersebut.

Diskusi panel – Masa depan pendidikan hukum internasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev
AI Manga TikTok Dijadikan Alat Berburu Hantu, Benarkah Bisa?

AI Manga TikTok Dijadikan Alat Berburu Hantu, Benarkah Bisa?

AI Manga Digunakan Sebagai Alat Berburu Hantu di TikTok, Mungkinkah?

Next
Sudah Akhir Tahun, Ini 12 Rekomendasi Anime Fantasy Paling …

Sudah Akhir Tahun, Ini 12 Rekomendasi Anime Fantasy Paling …

Kapanlagi

You May Also Like